(replika
hati)
“3 Januari 2010 adalah saat dimana aku mengetahui semua itu.
Aku tak tahu kali ini
akan kemana, mau apa dan harus berbuat apa.
Segalanya menjadi suram
bagiku, tak ada lagi cahaya ataupun kontras (versinya).
Aku pernah memulainya,
tapi tak pernah tahu bagaimana harus mengakhirinya.
Mungkin awal dari semua
itu adalah akhir dari segala-galanya.
Tak ada yang salah, hanya
aku manusia bodoh.
Aku merasa tersadap
kenangan yang penuh karangan, dinodai kebohongan, diwarnai kehinaan.
Aku selalu berharap ini
hanyalah mimpi buruk yang suatu saat akan berakhir jika aku terbangun.
Namun kenyataan tak
membuat khayalan itu menjadi nyata.
Aku tertawa untuk sesuatu
yang sebenarnya membungkam mulutku.
Senyum parasku melukiskan
sebendung tangis dan ratapan yang entah sampai kapan dapat tertahan.
Aku selalu berharap
pikiranku menari-nari diatas lantai kesadaran.
Tetapi logikaku menyadap
pikiran ku agar terduduk manis dan tenang diatas alam bawah sadarku.
Logikaku mengkamuflase
perasaanku agar tak dapat menerjemahkan impuls pikiranku sendiri.
Merangsang jiwaku meronta
dalam kemunafikan.
Menjerat pembuluh darahku
agar tetap mengalir dalam kehinaan.
Menenggelamkan ragaku
dalam jurang penyesalan tanpa dasar.
Membawaku dalam dimensi
lain yang tak dapat kumengerti.
Membuaku tak berdaya.
Menjadikan ku robot
instant yang melakukan segala sesuatu dengan paksaan.
Memakan pujian yang sama
sekali tak memberikanku kepuasan.
Membuat jiwaku
terperangkap dalam sandiwara dan kepalsuan.
Aku takkan membiarkanmu
memikirkan pikiranmu sendiri.
Aku memang bodoh, tapi
tak sebodoh unta yang selalu tertipu akan ‘fatamorgana’.
Sebodoh-bodohnya keledai
pun, ia takkan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Bisumu melahirkan sejuta
tanya dalam benakku, yang telah terperangkap logika munafik.
Memaksaku memakai kembali
topeng itu dan memenjarakanku dalam raga kemunafikan yang telah lama terpuruk
dalam jurang penyesalan.
Aku layaknya sampah yang
sedang berada dalam ruang simulator pabrik neraka, dan mungkin akan diekspor ke
dunia..
Atau mungkin, sedang
didaur ulang menjadi iblis modern yang mampu mengalahkan Lusiver..
Atau mungkin, hanya akan
menjadikanku seonggok manusia sanderaan abad,,,
Tentang hal ini, aku
memang tak pernah tahu..
Tapi ada suatu hal yang
kutahu pasti..
Dan kau takkan pernah
tahu bagaimana caraku mengetahuinya..
Kau takkan pernah paham
bagaimana caraku memahaminya..
Kau takkan pernah
menyadari bagaimana caraku membuatmu sadar..
Aku takkan membuatmu
menjadi wayang yang akan dipermainkan oleh sang dalang kurus, dengan beberapa
sinden pelantun nada-nada sumbang, tak bermakna..
Aku takkan membiarkanmu
di gonjar-ganjir perasaan yang tak jelas, dikuasai ego, dan dipengaruhi duniamu
yang gelap.
Aku takkan melahapmu
dengan amarah seolah kau adalah sandwich jamur dengan dua potong pai apel di
dalamnya.
Aku takkan membiarkan
pikiranmu menari-nari diatas lantai kesadaranmu..
Sekali lagi, aku takkan
membiarkanmu memikirkan pikiranmu sendiri. Takkan pernah..
Kau tetap boleh berbangga
dengan semua keindahan dan segala keunikan yang kau miliki.. begitu pula
memegahkan dirimu dalam kesombongan.
Kau tetap boleh menutup
mataku dengan kain merah bernoda yang telah kau cuci bersih, hingga terpentin
pun tak mampu menodainya lagi.
Kau tetap boleh memperlakukanku
seolah tak terjadi apa-apa.. begitu pula mempertahankan bisumu….
Akan tetapi, biarkan aku
mengungkap misterimu dengan caraku,,
Cara yang takkan pernah
kau ketahui, pahami, bahkan sadari…”
"Ia datang seperti
arus, menghanyutkan,,
Ia pergi seperti angin, dan
takkan pernah kembali lagi.."
Oke.
Ini cerita pribadi gw (pengalaman sebenarnya). Hehehhe. Sebenernya males banget
sih exspose nya.
/*Semoga bisa dinikmatilah..
Ingat, bukan brarti gw lagi galau,
trus kurang kerjaan, trus posting..
BIG NO!! Tp emang pengen berbagi aja.
Baiklah */
Ini
adalah pengalaman gw sebagai seorang remaja.
Gw
yakin kita semua juga pernah ngalaminnya.
Gw
ga mau bilang ini jatuh cinta ato apalah.. apalagi cinta monyet.
Jadi
ceritanya gw ketemu sama dia waktu pas lomba2 lah, tepatnya waktu gw SMA.
SMA
gw itu bukan di Jrota, tapi di sebuah kota yang banyak pemandangan pantainya..
Indah
dan menawan.. Kota Kapsung.
Emang
ga satu sekolah sih. Jadi hampir mustahil bisa saling kenal.
Dia
itu anaknya pinter. Agak sedikit sakit jiiwa. Hahaha.
Sebut
saja namanya Radit.
Jadi
Radit duluan yang add gw di facebook.
Minta
kenalan, ini , itu, basa-basi.. hahaha.
Setelah
itu kita jadi deket.
Gak
ada yang spesial dari dia dan awal perkenalan kita.
Namun
semakin menarik dalam perjalanan kita mengenal satu sama lain.
Aku
termasuk tipe wanita yang perfeksionis dan cenderung pemilih.
Namun
aku mudah hanyut dan takluk dengan lelaki romantis.
Singkat
cerita, aku dan dia sama-sama memenangkan lomba debat.
Jadi
panitia memberikan dinner time bagi seluruh pemenang.
Diadakan
di kota Kapsung tersebut, disalah satu restoran Oriental.
Disana,
aku tak menyangka ia akan memberikan aku sebuah kejutan yang sangat romantis.
Ia
naik ke atas stage dan menyanyikan sebuah lagu kesukaan ku.
Lagu
favoritku saat itu.. Mulai saat itu, kami menjadi sangat dekat..
Radit yang sebut saja sedikit misterius, ternyata menyimpan
sejuta keanehan dalam dirinya. Dan aku mengetahuinya tak langsung dari dirinya.
……..Melalui
perjalanan panjang, yang mungkin dia tak pernah menyukainya’
Fatalnya,
aku mengetahui itu setelah aku mulai menyukai dirinya.
Hari
demi hari pun berlalu. Aku pun semakin menyayanginya.
Aku
sempat mempertanyakan pada diriku sendiri, betulkah keanehan itu benar adanya?
Aku
ingin jujur dengan beribu kata, namun tak bisa.
Tak
kutemukan caranya bagaimana untuk mengungkapkannya.
Akhirnya
aku memutuskan untuk sms dia (Radit).
"hey, kamu lagi ngapain? aku kangen
lho sama kamu. Gimana sekolah kamu?
kapan ya kita bisa ketemu lagi? Ada
hal penting yang ingin kusampaikan."
Drrrttt
Drrrrttt.. Hp ku bergetar. Balasan sms dari Radit rupanya.
"iya. aku lagi di sekolah. sebentar
lagi aku latihan debat bahasa Inggris.
sekolah ku baik2 saja kok. Hal
penting apa ya? aku jg kangen sama kamu."
Aku
pun membalas.
"gak enak kalo ngomonginnya lewat
sms. Enakkan langsung. Soalnya penting banget."
Drrrrttt..
Hp ku kembali bergetar. Radit ternyata.
"Apaan sih emangnya? Apa aku telpon
aja? atau mau ketemuan?
belakangan ini aku sibuk banget
soalnya"
"yasudahlah. Aku tunggu aja sampe
waktu kamu kosong,
baru kita ketemuan"
"oke..." balas Radit singkat.
Masih
dalam seribu tanya dalam bisu, aku pun mulai surfing (sejenis stalker gitu
deh).
Banyak
hal yang kutemukan. Termasuk kebenaran dari keanehan
tersebut.
Tak tanggung-tanggung, aku pun menemukan sebabnya. Aku
menangis saat itu. Aku tak tau mengapa. Tapi yg pasti aku sedih. Tak
kusangka, dibalik keceriaan Radit, tersimpan misteri yang begitu besar. Dibalik
senyumnya itu, aku tau, sebenarnya dia pun tak menginginkan seperti itu. Namun,
keadaan memaksa dia untuk seperti itu…
Aku
menemukan salah satu note/catatan di FB nya.
“DIRIKU
DALAM KEKANGAN EGOISME
aku ini bedebah dengan ego yang tinggi,
aku ini manusia yang tak patut menjadi penghuni bumi,
aku ini sel-sel tubuh yang kemudian rusak setelah 12 hari,,
aku ini darah yang membawa CO2 melalui pembuluh vena,, terlalu kotor dan kelam,
aku ini kiur yang aka selalu dibuang,
aku ini telapak kaki yang selalu menginjak tanah kotor,.
aku ini bintang tak bercahaya,,
aku ini pelangi tanpa warna,, tak berarti,,,
aku ini dan aku ini
ku duduk termenung di bawah cakrawala biru,
bermandikan cahaya surya,
yang terasa terik menusuk kulit,
ku berbicara bagai orang bisu,
ke melihat bagai orang buta,
aku mendengar nyanyian nada sumbang dari diriku,
yang tak pantas kau dengar,
sang Dewa marah, menusuk petir, laksana kiamat,
ku tetap jatuh, dan tak tahu kapan akan bangkit,
jiwa ini telah menjadi abu,
dan akan hilang bagai asap yang lenyap,
aku adalah aku yanrg terkekang dalam diriku sendiri,,,
aku merancang diriku menjadi boneka,
yang dimainkan sang dalang kurus dengan keindahan dan semua keunikan,
aku dipermainkan sesuka hati,
aku di gonjar-ganjir perasaan yang tak jelas,
aku bergerak dengan bantuan orang lain yang menjadi panduku,
karena kutahu diriku tak dapat buat apa-apa.
aku sombong tapi bodoh,
aku tersenyum paksa,
aku menangis untuk sesuatu yang berharga,
kau yanng berarti bagiku,
namun aku tersentak,
merasa kepalaku ingin sekali pecah,
karena dikau yang menari-nari dalam benakku,
tangisku tak dapat ditahan.
aku tersadar bahwa diriku bukan sesuatu yang penting,
dan ternyata diriku hanyalah sebuah KE-EGOISAN
diriku adalah mahkluk yang hidup dengan otak kir tanpa bantuan otak kanan,
tak tahu apa-apa,
hanya orang bodohlah yang tak menyayangi engkau,
aku mungkin tak layak,
mungkin terlalu hina,
bekas noda hitam masih menempel dalam diriku,
aku merasa semua meertawakan kebodohanku,
termasuk juga kau,
apa yang ku buat terlalu salah,
mungkin memang kusayang,
aku tak dapat menyadari bagaimana manunjukan maksudku,
maafkanlah,,,,,,,,,
mereka melirik eksistensiku dengn tajam,
merobek tatapan ku yang terpancar,
gejolak aneh yang tak kusadari muncul dari diriku,
memaksa vena dan arteriku memompa lebih cepat,
desir darahku bagai air mengalir,
keringat halus menghujani mukaku,
liurku mengering dan bibrku pecah-pecah,
seakan diriku aka retak,
negeri ini adalah bola bundar yang ditendang oleh gravitasi pemainnya,
yang ternyata juga aku didalamnya,
dia menatapku aneh,
seakan aku menjijikan,
namun mungkin memang demikian,
aku mungkin tinggal ditempat yang salah,, yang seharusnya tak ku tempati,
aku sadar,, semua itu aku,,,
aku yang EGOIS dalam KESOMBONGANKU,
maafkanlah,.,,,,,
beruntubgkah aku? atau mungkin sial,,,?
hidup hanya bisa penuh dengan penyesalan yang tiada akhir,
terang tak suka,, gelappun apalagi,,
layangkan mata ketempatmu nun jauh,
membuat ku lebih bersyukur mengenalmu,
tapi apakah aku pantas?
semua memang tak ada yang kebetulan,
tapi kadang yang tak disengaja itu yang mempertemukan,
aku berharap kau mendengar tangisku karena engkau yang ku ingat,
yang memang pantas untuk aku ingat,
berharga dan berarti bagiku,
namun semuanya sirna karena AKU,
AKU yang TERLALU EGOIS.......
aku yang terlalu egois adalah aku yang terlalu sesal,
mengundang amarah Dewa mengusir kedamaian.
EGOIS dalam diriku telah membuat leukositku memakan eritrositku denga rakus,
tidak melohat mana yang benar dan mana yang salah,
EGOISKU telah merusak retinamu, untuk melihat diriku yang kaku ini,
dan dalam impuls retina mu, aku adalah asap yang lenyap seketika,
EGOISKU telah memaksa jantungku memompa daraj lebih cepat,
arteriskolorosis membuat aku stroke,
jiwaku berantakan,
rohku tak tahu kemana,
tubuh ini tak ada artinya lagi,
EGOISKU yang terlalu EGOIS, merangsang dikau menunjukan bisumu terdengar,
dan matamu tertutup akan aku,,,
AKU YANG TERLALU EGOIS.......
MAAFKANLAH diriku yang terlalu hina ini,,,
MAAFKANLAH,,
MAAFKANLAH”
Itu adalah penggalan note/catatan FB dia. Ia
menulis hal tersebut saat ia mengalami kelainan seksual.. Yah, dia adalah
seorang homoseksual. Dia penyuka sesama jenis, karena kurang kasih sayang dari
seorang Bapak.
Aku pun membuka blog pribadi dia. Dan airmataku
semakin membasahi pipi. Aku menemukan sebuah entry yang ia tujukan untuk “pasangan” nya itu.
“As
long as I can breath I will always love you
Even you not love me anymore or you bring me down, I still love you
You don't know how I feel, when we first met and now the feeling still same.
I'm not young forever,
It's ok, I will always love you
When you try to forget me or to hide me from your mind, I still love you
Can't you see that I'm the one who understand you?
You may not believe me but that's not a problem for me to love you, more and
more...
That's impossible to love you
But I want it
I want the impossible thing...
My heart is yours...”
Aku ingin megubah dia seperti
sediakala. Tak pernah ada kata terlambat bagiku. Aku pun mulai mendekati
keluarganya. Aku mulai menyelidiki satu per satu teman-temannya. Termasuk teman
dekatnya. (Tentunya tanpa sepengetahuan
Radit)
……..Dengan
segala keahlian yg kumiliki, aku mampu melakukannya’
Sampai suatu saat, Radit pun datang ke rumahku. Sekedar
mampir (katanya). Ia memakai sweater putih. Kacamata tebal. Gelang karet khas
yang selalu dia pakai. Cincinnya yang banyak seperti dukun (hahahaha).
Aku tau sifatnya yang pemalu. Sehingga, berbicara pun tak
melihatku. Kalau boleh dibilang, ia datang berkunjung disaat yang tidak tepat. Karena
hari itu, Opung boru (nenek) ku meninggal dunia, dan keesokannya aku harus
berangkat ke Jrota untuk acara pemakaman.
Segera setelah aku menjelaskan keadaanku, ia pun mengerti dan
langsung menjelaskan maksud dan tujuan utama ia berkunjung malam itu. Ia
meminjam buku Biologi ku (Cambridge A Level). Aku pun memberikannya.
Aku
bilang, “kembalikan saja saat aku pulang
dari Jrota”.
“Baiklah” (katanya).
Ia
pun pulang.
Rumah
kami berdekatan, sehingga sebentar saja pasti dia sudah sampai dirumah.
Drrrttt
Drrtttt... Hp ku bergetar. Dari Radit rupanya.
"maaf ya, tadi aku kerumah kamu
malam-malam. Skalian mampir mau minjam buku.
makasih ya. maaf mengganggu."
"iya Radit. Gpp koq. dijaga ya
bukunya. Nite"
"Nite. Nice Dream."
Besok
paginya, aku pun ke Bandara. Mau pergi ke Jrota untuk alasan kedukaan.
Di Jrota,
Radit hampir tiap hari menghubungiku lewat sms.
“Lagi dimana? Slamat pagi. Sibuk ya?
Slamat malam. Lagi apa?” (dll)
Karena
jaringan yang buruk, maka sms balasan dari ku pun lambat masuk,
bahkan
tak masuk sama skali.
Ujung-ujungnya
Radit kayanya merasa dicuekin.
Sebagai
hiburan, aku membelikan Radit oleh-oleh saat hari terakhir di Jrota.
Karena
aku ga tau kesukaan Radit, aku ngasal aja.. hahaha
Aku
beliin dy kaos warna hitam..
Gambarnya
sepeda Onthel, dengan tulisan SAVE OUR PLANET ato SAVE OUR EARTH (gw jg dah
lupa)
Aku
jg ga tau pasti ukuran badan dia walau udah sering ketemu.
yah,
aku kira-kira ajalah, badannya hampir sama kayak sepupu ku.
(dan
Puji Tuhan, MUAT!)
Setibanya
aku di Kapsung, aku langsung menghubungi dia untuk menemuiku di rumah. Dan tak
lama kemudian, ia pun datang. Namun kami tak sempat berbincang-bincang lama,
karena ia ada tugas yang harus dikerjakan. Sehingga, aku pun mengalah, langsung
memberikan dia oleh-oleh yang kubeli dan membiarkan ia pergi.
Cukup
lama aku menunggu telpon atau sms dari dia..
Ternyata jam 11malam baru ia menghubungi ku! Huuuffhhh… aku
sangat tak menyangka ia akan menghubungiku hari itu juga. Tapi aku sangat
senang (aku akui itu). Ia mengirimkan aku puisi romansa cinta. Memang itu
adalah bagian dari keahliannya. Romantis sekali. Dan penantian ku pada malam
itu pun berakhir bahagia. Aku tidur pulas.. ^_^
Seminggu kemudian hubungan kami semakin membaik. Aku pun
memutuskan untuk berterusterang tentang kelainan seksual dalam dirinya empat
mata! Aku bertemu di sebuah Restoran ternama di kota Kapsung. Disitu, kami
duduk dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam. Kami membicarakan semuanya pada saat
itu. Awalnya, tak mudah. Karena ia tak mau jujur. Namun akhirnya ia
menceritakan semuanya. Dan kami pun dapat saling menerima satu sama lain. Mulai
saat itu, kami berpacaran sampai sekarang..
THE END~